Jumat, 23 November 2012

Kisah Uang 1000 dan 100.000

bukan berarti uang murahan
Uang Rp.1000,- dan Rp 100.000,- sama-sama  terbuat dari kertas, sama-sama dicetak dan diedarkan oleh dan dari Bank Indonesia.

Pada saat bersamaan mereka keluar dan berpisah dari Bank dan beredar di masyarakat. Empat bulan kemudian mereka bertemu lagi secara tidak sengaja di dalam dompet seorang pemuda.

Kemudian di antara kedua uang tersebut terjadilah percakapan, uang Rp.100.000 bertanya kepada uang Rp.1000.

Kenapa badan kamu begitu lusuh, kotor dan bau amis…?
Dijawablah oleh uang Rp. 1000,
Karena aku begitu keluar dari Bank langsung berada di tangan orang-orang bawahan, dari tukang becak, tukang sayur, penjual ikan dan di tangan pengemis.

bukan berarti bisa menjamin kebahagiaan
 Lalu Rp.1000 bertanya balik kepada Rp.100.000, “Kenapa kamu kelihatan begitu baru, rapi dan masih bersih?
Dijawab oleh Rp. 100.000, “Karena begitu aku keluar dari Bank, langsung
disambut perempuan cantik dan beredarnya pun di restauran mahal, di mall dan juga hotel2 berbintang serta keberadaanku selalu dijaga dan jarang keluar dari dompet.

Lalu Rp.1000 bertanya lagi, “Pernahkah engkau mampir di tempat ibadah? “
Dijawablah, “Belum pernah.
Rp.1000. pun berkata lagi, “Ketahuilah bahwa walaupun keadaanku seperti ini adanya, setiap Jum’at aku selalu mampir di Mesjid2, dan di tangan anak2 yatim, bahkan aku selalu bersyukur kepada Tuhan. Aku tdk dipandang manusia bukan karena sebuah nilai tapi karena manfaat…

Akhirnya menangislah uang Rp.100.000 karena merasa besar, hebat, tinggi tapi tidak begitu bermanfaat selama ini.
Jadi bukan seberapa besar penghasilan Anda, tapi seberapa bermanfaat penghasilan Anda itu.

Karena kekayaan bukanlah untuk kesombongan. Semoga kita termsuk golongan orang-orang yang selalu mensyukuri Anugerah dan memberi manfaat untuk semesta alam beserta isinya serta
dijauhkan dari sifat sombong.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Harap memberikan komentar dengan kata-kata yang sopan dan jangan memberikan komentar yang berbentuk spam, karena pesan tersebut tidak akan saya tampilkan.
Anda sopan, saya segan!

Recent Posts